Minggu, 29 Maret 2015

MATERI UNTUK KELAS XI MA DARUL FAIZIN



CARA MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA DAN CATATAN KAKI
Daftar pustaka atau daftar rujukan adalah semua daftar acuan (referensi), baik dari buku, makalah, maupun artikel di majalah atau surat kabar yang telah digunakan untuk mengutip.
Aturan penulisan daftar pustaka sebagai berikut ;
a.       Urutan penulisan daftar pustaka adalah nama penulis buku, tahun terbit, judul buku, tempat terbit, dan nama penerbit. Setiap unsure di akhiri tanda titik (.), kecuali antara tempat dan nama nama penerbitnya digunakan tanda titik dua (:).
b.      Jika penulis buku hanya satu orang dan namanya terdiri atas dua unsur kata atau lebih, penulisan nama harus dibalik. Unsur nama yang belakang diletakkan dibagian awal.
c.       Jika penulis buku terdiri atas dua orang dan setiap orang namanya terdiri atas dua unsur atau lebih, unsure nama yang dibalik adalah nama penulis pertama. Nama penulis kedua tetap ditulis seperti aslinya.
d.      Judul buku ditulis miring atau digaris bawah
e.       Penulisan seluruh isi daftar pustaka disusun secara urut sesuai abjad
Contoh :
Bangun A.P. 2004. Menangkal Penyakit Dengan Jus Buah dan Sayuran. Depok: Agromedia Pustaka.
Damono, Sapardi Djoko. 1983. Perahu Kertas. Jakarta: Balai Pustaka.
Pratama, Bagas dan T. Manurung. 2004. Surat Menyurat Bisnis Modern
. Bandung: Pustaka Setia

Catatan kaki (footnote) adalah catatan di kaki halaman untuk menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, pernyataan, atau ikhtisar.
Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :
a.       Nomor catatan kaki agak diangkat sedikit di atas baris biasa. Nomor menjorok ke dalam seperti alinea, sejauh tujuh huruf. Baris kedua seperti teks  biasa.
b.      Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat dan gelar tidak perlu dicantumkan.
c.       Judul buku digaris bawahi atau dicetak miring
d.      Jika buku, majalah atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
e.       Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.
Singkatan-singkatan dalam catatan kaki sebagai berikut :
1.      ibid, kependekan dari ibidem yang berarti ‘ditempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
2.      op. cit., singkatan dari opera citato, artinya ‘dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’.
3.      loc. cit., kependekan dari loco citato, artinya ‘ditempat yang telah disebut’. Loc. cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.    
Contoh catatan kaki :
1Bagas Pratama dan T. Manurung, Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia, Bandung, 1998, hlm.50. (catatan kaki dengan dua pengarang)
2ibid., hlm.14 (berarti dikutip dari buku di atas)
3Mochtar Naim, “Mengapa Orang Minang merantau?” Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36. (dari majalah)
4Suara Merdeka, 29 Agustus 2005, hlm. 4. (catatan kaki dari surat kabar)
5Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001. Hlm. 46.
6Bagas Pratama dan T. Manurung, op. cit. hlm. 8 (buku yang telah disebutkan di atas)
7Ismail Marahimin, loc. cit. (buku yang telah disebut di atas di halaman yang sama, yakni hlm. 46)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar