Kamis, 25 Juni 2015

ANALISIS WACANA VAN DJIK


Dalam pebahasan analisis wacana, penulis menggunakan analisis wacana model Van Djik. Analisis wacana model van Dijk sering disebut ”kognisi sosial” nama pendekatan semacam ini tidak dapat dilepaskan dari karakteristik analisis wacana model van Dijk. Menurut Van Djik dalam Eriyanto (2011:221) penelitian atas wacana tidak cukup didasarkan pada analisis teks semata, karena teks hanya berupa hasil dari praktek produksi dimana teks-teks tersebut nerupakan bentuk proses dari kognisi sosial, sedangkan kognisi sosial sendiri merupakan bentuk dari pendekatan lapangan psikologi sosial.
Wacana oleh van Dijk digambarkan mempuyai tiga dimensi, diantaranya : teks, kognisi sosial, dan kontek sosial (analisis sosial).
1.      Teks
Van Dijk melihat suatu teks terdiri atas beberapa bagian struktur yang masing-masing saling mendukung. Pertama, struktur makro, merupakan makna global atau umum dari suatu teks yang dapat diamati dengan melihat topik atau tema yang dikedepankan dalam suatu teks. Kedua, superstruktural yaitu merupakan struktur wacana yang berhubungan dengan kerangka suatu teks. Ketiga, struktur mikro adalah makna wacana yang diamati dari bagian terkecil dari suatu teks semisal, kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase, dan gambar. Berikut dapat diuraikan satu persatu elemen wacana model van Dijk :
Strukturwacana
Hal yang diamati
Elemen
Strukturmakro
Tematik
Tema/ topik yang dikedepankan dalam berita
Topik
Superstruktur
Skematik
Bagaimana bagian dan urutan berita diskemakan dalam teks berita utuh
Skema
Strukturmikro
Semantik
Makna yang ingin ditekankan dalam teks berita. Misal dengan memberi detil pada satu sisi atau membuat eksplisi satu sisi dan mengurangi detil sisi lain.
Latar, detil, maksud, pranggapan, nominalisasi
Strukturmikro
Sintaksis
Bagaimana kalimat (bentuk, susunan) yang dipilih.
Bentuk kalimat, koherensi, kata ganti
Strukturmikro
Stilistik
Bagaimana pilihan kata yang dipakai dalam teks berita.
Leksikon
Strukturmikro
Retoris
Bagaimana cara penekanan dilakukan.
Grafis, metafora, ekspresi


2.      Kognisi Sosial
kognisi sosial yaitu kesadaran mental penulis yang membentuk teks tersebut karena setiap teks pada dasarnya dihasilkan lewat kesadaran, pengetahuan, prasangka, dan pengetahuan tertentu atas suatu peristiwa. Disini seorang penulis tidak dianggap sebagai individu yang netral tapi individu yang memiliki berbagai nilai, pengalaman, dan pengaruh ideologi yang didapat dari kehidupannya.
3.      Konteks Sosial
Konteks sosial yaitu, bagaimana wacana komunikasi diproduksi dalam masyarakat. Titik pentingnya adalah untuk menunjukan bagaimana makna dihayati bersama, kekuasaan sosial diproduksi lewat praktik diskursus dan legitimasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar