Dalam pebahasan analisis
wacana, penulis menggunakan analisis wacana model Van Djik. Analisis wacana
model van Dijk sering disebut ”kognisi sosial” nama pendekatan semacam ini
tidak dapat dilepaskan dari karakteristik analisis wacana model van Dijk. Menurut Van Djik dalam Eriyanto (2011:221) penelitian
atas wacana tidak cukup didasarkan pada analisis teks semata, karena teks hanya
berupa hasil dari praktek produksi dimana teks-teks tersebut nerupakan bentuk proses dari kognisi sosial, sedangkan kognisi
sosial sendiri merupakan bentuk dari pendekatan lapangan psikologi sosial.
Wacana oleh van Dijk
digambarkan mempuyai tiga dimensi, diantaranya : teks, kognisi sosial, dan
kontek sosial (analisis sosial).
1.
Teks
Van Dijk melihat suatu
teks terdiri atas beberapa bagian struktur yang masing-masing saling mendukung.
Pertama, struktur makro, merupakan makna global atau umum dari suatu teks yang
dapat diamati dengan melihat topik atau tema yang dikedepankan dalam suatu
teks. Kedua, superstruktural yaitu merupakan struktur wacana yang berhubungan
dengan kerangka suatu teks. Ketiga, struktur mikro adalah makna wacana yang
diamati dari bagian terkecil dari suatu teks semisal, kata, kalimat, proposisi,
anak kalimat, parafrase, dan gambar. Berikut dapat diuraikan satu persatu
elemen wacana model van Dijk :
|
Strukturwacana
|
Hal yang diamati
|
Elemen
|
|
Strukturmakro
|
Tematik
Tema/ topik yang dikedepankan dalam berita
|
Topik
|
|
Superstruktur
|
Skematik
Bagaimana bagian dan urutan berita diskemakan dalam
teks berita utuh
|
Skema
|
|
Strukturmikro
|
Semantik
Makna yang ingin ditekankan dalam teks berita. Misal
dengan memberi detil pada satu sisi atau membuat eksplisi satu sisi dan
mengurangi detil sisi lain.
|
Latar, detil, maksud,
pranggapan, nominalisasi
|
|
Strukturmikro
|
Sintaksis
Bagaimana kalimat (bentuk, susunan) yang dipilih.
|
Bentuk kalimat,
koherensi, kata ganti
|
|
Strukturmikro
|
Stilistik
Bagaimana pilihan kata yang dipakai dalam teks berita.
|
Leksikon
|
|
Strukturmikro
|
Retoris
Bagaimana cara penekanan dilakukan.
|
Grafis, metafora,
ekspresi
|
2.
Kognisi Sosial
kognisi sosial yaitu kesadaran mental penulis yang membentuk teks tersebut
karena setiap teks pada dasarnya dihasilkan lewat kesadaran, pengetahuan,
prasangka, dan pengetahuan tertentu atas suatu peristiwa. Disini seorang
penulis tidak dianggap sebagai individu yang netral tapi individu yang memiliki
berbagai nilai, pengalaman, dan pengaruh ideologi yang didapat dari
kehidupannya.
3.
Konteks Sosial
Konteks sosial yaitu,
bagaimana wacana komunikasi diproduksi dalam masyarakat. Titik pentingnya
adalah untuk menunjukan bagaimana makna dihayati bersama, kekuasaan sosial diproduksi
lewat praktik diskursus dan legitimasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar